Kementerian Pendidikan Nasional menyetujui usulan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara untuk menambah jam kerja guru. Juru bicara Kementerian Pendidikan Nasional Ibnu Hamad mengatakan, nantinya penambahan jam kerja ini akan diatur sebagai syarat mendapatkan sertifikasi guru. Namun, penambahan jam kerja akan disesuaikan dengan jumlah guru di suatu wilayah. Hamad mencontohkan, guru di daerah perkotaan jumlah jam kerjanya lebih sedikit dibandingkan guru di daerah terpencil. Hal ini karena jumlah guru di kota lebih banyak ketimbang di desa.

“Guru-guru juga akan mendapatkan sertifikasi, salah satu syarat sertifikasi adalah jumlah jam pelajaran yang harus dimiliki oleh para guru itu.Kalau ditambah lagi dengan Kementerian PAN dengan 27 jam dari 24 jam tentu ini Kementerian akan menyesuaikan saja,”

Juru bicara Kementerian Pendidikan Nasional, Ibnu Hamad menilai, rencana ini akan membuat guru tidak keluyuran di saat jam sekolah. Kementerian Pendidikan juga mengklaim telah menyiapkan metode lainnya. Nantinya jam mengajar guru akan dipadatkan. Selain itu, jam masing-masing mata pelajaran akan ditambah sehingga guru lebih banyak berinteraksi dengan anak didik. Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara berencana menambah jam kerja guru dari 24 jam sepekan menjadi 27 jam per minggu. Penambahan jam kerja ini akibat kinerja guru yang saat ini dinilai semakin menurun.