Federasi Guru Independen Indonesia menolak kebijakan pemerintah menambah jam Kerja Guru PNS dari 24 jam menjadi 27,5 jam per minggu.

Ketua Federasi Guru Independen Suparman mengatakan, penambahan jam kerja tersebut merupakan pelecehan profesi guru dan melanggar Undang-Undang tentang Guru. Dia menilai kebijakan tersebut tidak adil dan bersifat sepihak. Pasalnya masih banyak guru sekolah lain, terutama di sekolah swasta yang kekurangan jam kerja.

“Pertama persoalan 24 jam saja, ini masih menjadi persoalan serius di kalangan guru artinya ini menjadi beban kerja yang cukup berat, bukan saja beban kerja yang real secara perofesional itu berat, tetapi beban kerja yang terkait dengan persyaratan peningkatan kesejahteraan.”

Ketua Federasi Guru Independent Indonesia Suparman menambahkan, organisasinya akan mengadakan pertemuan dengan pakar pendidikan dan organisasi guru lainnya untuk membahas kebijakan penambahan jam kerja tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Nasional akan menjalankan rencana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara untuk menambah jam kerja guru selama sekitar 3,5 jam per minggu. Rencana penambahan jam kerja guru ini bertujuan untuk mencegah guru-guru tidak keluyuran di saat jam sekolah.

http://kbr68h.com